Showing posts with label resensi. Show all posts
Showing posts with label resensi. Show all posts

Thursday, 22 December 2011

Rea - Hanya Kamu yang Bisa (2011)

tanpa terasa kau curi hatiku
dengan berbeda caramu menaklukan hati kecilku
berjuta rayuan tlah pernah ku rasa
namun tak pernah tersentuh, tak ada yang mengesankanku

tapi semua berbeda saat kau ada di sini
mempesonakan aku selalu
hanya kamu yang bisa membuat aku jadi tergila-gila
membuat aku jatuh cinta karena tak ada yang lain sepertimu
berkali ku mencoba berpaling dengan mahkluk indah lainnya
namun tak pernah ku rasakan bila seindah bercintaku denganmu
tapi semua berbeda saat kau ada di sini
mempesonakan aku selalu

hanya kamu yang bisa membuat aku jadi tergila-gila
membuat aku jatuh cinta karena tak ada yang lain sepertimu
berkali ku mencoba berpaling dengan mahkluk indah lainnya
namun tak pernah ku rasakan bila seindah bercintaku denganmu
hanya kamu yang bisa membuat aku jadi tergila-gila
membuat aku jatuh cinta karena tak ada yang lain sepertimu
berkali ku mencoba berpaling dengan mahkluk indah lainnya
namun tak pernah ku rasakan bila seindah bercintaku denganmu

Single yang cukup bisa memanjakan telinga kita yang sedang jatuh cinta. Lagu recycle yang dulu sempat dibawakan oleh Tiket, kini diaransemen ulang oleh Rea dan berirama lebih slow dari versi aslinya. Awal saya mendengarkan lagu ini saya langsung interes dan langsung menghidupkan laptop untuk mendownload lagu ini.
Dengan gaya musik sedikit klasik, Rea berhasil membawa nafas baru bagi lagu ini yang sebelumnya sudah pernah dinyanyikan. Lirik yang cukup mudah diingat dan bahasa sehari-hari menambah nikmat dari lagu ini.
Untuk mendownload lagu ini bisa disini Rea - Hanya Kamu yang Bisa.mp3

Green Lantern (2011)


http://upload.wikimedia.org/wikipedia/en/6/6b/Green_Lantern_poster.jpg

Sutradara : Donald De Line, Greg Berlanti
Pemeran : Ryan Reynolds, Blake Lively, Peter Sarsgaard, Mark Strong, Angela Bassett, Tim Robbins
Produser : Frank Darabont, David Valdes
Rilis : 10 Desember 1999
 
Ini dia film yang saya tunggu mulai kecil, karena notabenanya saya adalah seorang pencinta dari Green Lantern. Sejak kecil saya hanya menonton versi kartunnya dan cuma bisa berdoa agar film ini bisa segera dibuat. Hingga pada pertengahan tahun 2009 saya mendengar kalau film ini akan dibuat dengan pemeran utamanya adalah Nicolas Cage yang ternyata adalah pencinta Green Lantern. Namun ternyata salah, Ryan Renolds-lah yang beruntung memerankan peran Hal Jordan. Padahal Ryan Renolds yang kita tahu adalah pemeran Deadpool dalam X-Men:Wolverine Origin. Saat itu saya hanya berharap bisa menonton film ini secepat mungkin.
Hal Jordan adalah seorang pilot AU Amerika Serikat yang pada suatu hari dia terbawa oleh bola bersinar berwarna hijau ke sebuah pantai. Disana dia menemukan sesosok alien bernama Abin Sur (Temuera Morrison) sedang sekarat dan berwasiat untuk memakai cincin berwarna hijau tersebut. Cincin tersebut telah membawa Hal Jordan sebagai penerusnya dan menjaga keseimbangan alam semesta. Saat pertama Hal Jordan diragukan untuk menjadi seorang lantern, karena manusia terkenal dengan makhluk yang egois dan terlalu memakai memakai emosi jiwa dalam bertindak. Karena itulah Sinestro, Kilowog, dan Tomar - Re menguji seberapa layakkah Hal Jordan menjadi seorang lantern. Disisi lain parallax terus menerus memakan alam semesta ini untuk menjadi sumber kekuatannya. Parallax tertarik dengan bumi dan berusaha untuk memakan planet tersebut. Berhasilkah Hal Jordan dan Green Lantern Corps yang lain menyelamatkan bumi. Saksikan hanya di Green Lantern: The Movie.
Film ini saya kasi nilai 7,5. Mengapa bukan 10, padahal Green Lantern adalah komik favorit saya. Karena plot cerita dari Green Lantern ini kurang begitu menggigit dan kurang mengejutkan penonton, but overall i like this film

Green Mile (1999)

http://upload.wikimedia.org/wikipedia/en/c/ce/Green_mile.jpg
Sutradara : Frank Darabont
Pemeran : Tom Hanks, David Morse, Bonnie Hunt, Barry Pepper, Jeffrey DeMunn, Michael Clarke Duncan, Doug Hutchinson
Produser : Frank Darabont, David Valdes
Rilis : 10 Desember 1999
Film ini bersetting tahun 1935, mengisahkan tentang Paul Edgecomb (Tom Hanks) yang mengingat tentang masa lalunya saat masi bekerja disebuah penjara bernama Coal Mountain Louisiana. Disana tersebut sebuah bangsal penjara bernama Green Mile. Bangsal tersebut terkenal karena yang berada disana adalah narapidana yang akan dihukum mati duduk dikursi listrik. Paul tidak sendiri dalam bekerja, dia ditemani Brutus Howell (David Morse), Harry Terwilleger (Jeffrey DeMunn), Percy Wetmore (Doug Hutchinson) dan Dean Stanton (Barry Pepper).
Suatu hari datanglah John Coffey (Michael Clarke Duncan) yang didakwa membunuh dua gadis cilik di sebuah pertanian. Seorang raksasa yang mempunyai tinggi badan sekitar dua meter lebih namun memiliki hati yang lembut dan takut akan kegelapan. John seperti seorang malaikat di bangsal ini. Dia mengubah hidup orang-orang yang berada di Green Mile. Mulai dari tikus bernama Mr. Jingles hingga Paul sang kepala sipir.
Disini kita bisa melihat sisi lain dari bangsal penjara para hukuman mati dan disini kita bisa melihat bagaimana seorang John Coffey yang begitu lembut bisa masuk penjara. Banyak kejutan dari film ini yang tidak kita duga sebelumnya. Saat pertama saya menonton film ini, adalah saat SMP dan saat itu film ini berhasil membuat saya menangis. Sunggguh mengharukan. Banyak sekali hikmah yang bisa kita petik.
Film ini adalah salah satu dari dua film yang bisa  membuat saya menangis T_T

The Sound of Music (1965)

http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/7/78/The_Sound_of_Music_film.jpg

Sutradara : Robert Wise
Pemeran : Julie Andrews, Christopher Plummer, Eleanor Parker, Richard Haydn, Peggy Wood, Charmian Carr
Produser : Robert Wise
Rilis : 2 Maret 1965


Sebuah film musikal yang sangat melegenda hingga kini, diangkat dari sebuah novel berdasarkan kisah nyata berjudul The Von Trapp Family Singers yang ditulis oleh Maria von Trapp dan menjadi buku best seller pada jamnanya. Karena inspiratif dan terkenal, buku ini akhirnya difilmkan
Dikisahkan seorang biarawati muda bernama Maria Augusta Kutschera ( Julie Andrews)yang ditugaskan untuk menjaga dan mengajar tujuh anak dari Georg Ludwig von Trapp (Christopher Plummer). Dia adalah seorang komandan AL Austria yang telah menduda karena istrinya Agathe Whitehead von Trapp telah meninggal. Pada awalnya Maria kaget, karena kehidupan di rumah tersebut begitu militer. Georg Ludwig von Trapp yang keseharian orang militer, membawa kebiasaan tersebut kedalam rumah. Cara sang ayah untuk memanggil ketujuh anaknya adalah dengan peluit khas gaya militer. Maria yang melihat ini begitu kaget dan kasihan melihat ketujuh anak tersebut diperlakukan seperti itu.
Lambat laun, Maria membawa kebiasaan baru di dalam rumah tersebut dan Maria juga sering mengajari nyanyi ketujuh anak tersebut. Pada suatu saat, Nazi Jerman menyerang Austria. Georg Ludwig von Trapp ingin menyelamatkan ketujuh anak tersebut dan Maria mempunyai akal untuk mengikuti loma bernyanyi, bila menang mereka bisa keluar Austria. Ternyata diam-diam Maria menyukai Georg von Trapp. Bagaimana ending kisah ini? Sebuah film musikal klasik yang wajib ditonton, apalagi soundtrack dari film ini terkenal hingga sekarang seperti "Do-Re-Mi" dan "I have Confidence"
Ini adalah sebuah film tontonan yang cocok untuk dilihat bersama keluarga, karena membawa pesan-pesan yang menarik dan perjuangan sebuah keluarga untuk bertahan.  Film ini tidak akan pernah mati, buktinya sejak tahun 1965, film ini masi sering ditayangkan oleh beberapa stasiun televisi. Terakhir Metro TV-lah yang menayangkannya dan disitulah saya pertama kali menonton film ini. Komentar saya untuk film ini cuma satu, AWESOME !!!

Friday, 9 December 2011

Maliq & d'essential - The Beginning of a Beautiful Life (2010)

http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/b/ba/The_beginning_of_a_beutiful_life.jpg
Track List : 
Beautiful Life
Maybe You
Terlalu
Penasaran
Get Down and Slide
Berbeda
Menari
 Ini merupakan album ke-empat dari Maliq n d'essential yang dirilis pada pertengahan 2010, dengan mengusung musik yang memang menjadi treadmark dari Maliq n d'essential. Di album ini materi musik yang mereka tawarkan, terdapat berbagai macam aliran musik. First singlenya berjudul Terlalu mengusung musik soul rock, lalu di lagu Get Down Slide mereka mengusung musik disco khas 90's. Juga di lagu berjudul Maybe You yang mengusung love song khas 70's. 
Mungkin bisa dibilang ini adalah rangkuman album dari aliq n d'essential, karena di album ini terdapat berbagai macam aliran musik yang dikemas secara khas gaya dari Maliq n d'essential. Album ini sangat recommend untuk dibeli oleh pencinta musik yang haus akan musik yang berkualitas tinggi. SAY NO TO PEMBAJAKAN.

Monday, 5 December 2011

21st night - Selamanya Indonesia (2011)

di sini rumah kita yang terindah di dunia
tanah yang merdeka, negeri indonesia
karena ku tahu di sini ada cinta
yang kan ku jaga selamanya, selamanya, selamanya
tuk wujudkan cinta dengan janjiku bertekad selamanya indonesia

kita adalah sayap-sayap sang garuda
di atas samudera di langit khatulistiwa
semoga namamu sampai ke ujung dunia
ceritakan semua indahnya pada mereka
karena ku tahu di sini ada cinta
yang kan ku jaga selamanya
karena ku tahu di sini tempat kita
di sini rumah bagi jiwa raga hati kita selamanya selamanya

tuk wujudkan mimpi kita dengan janjiku bertekad
selamanya selamanya selamanya selamanya
negeri indonesia, negeri yang ku cinta
sebutkan namanya di langit dunia
negeri indonesia, negeri yang ku cinta
harumkan namanya di langit dunia
negeri indonesia, aku indonesia
negeri indonesia, aku indonesia

Ini adalah sebuah lagu yang dinyanyikan oleh Twenty First Night, sebuah band yang sekarang beraliran rock dan berada dibawah label Organic Record. Lagu yang dirilis sekitar bulan Maret 2011 ini sangat cocok untuk membakar rasa nasionalis yang ada didalam dada kita. Pertama kali, mendengar lagu ini, saya begitu merasa interesting dan ingin mendengarkannya kembali. Menurut saya, lagu ini cocok untuk diperdengarkan tiap pagi untuk membangunkan jiwa cinta INDONESIA terutama untuk kawula muda. Lirik dari lagu ini begitu menggugah kita untuk berbuat lebih pada negeri ini, karena kita INDONESIA.

Klik disini untuk mendownload lagu ini 

Wednesday, 2 November 2011

Alangkah lucunya negeri ini (2010)

http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/e/ed/Alangkah_Lucunya_Negeri_Ini.jpg
Sutradara : Deddy Mizwar  
Pemeran : Reza Rahadian, Deddy Mizwar, Slamet Rahardjo, Jaja Miharja, Tio Pakusadewo, Ratu Tika Bravani, 
Produser : Zairin Zain
Rilis : 15 April 2010
Banyak film indonesia bertema sosial yang sudah banyak beredar. Namun banyak dari film-film tersebut yang terlalu berlebihan dalam menyikapi suatu masalah. Tetapi saya mendapatkan hal yang lain dalam film ini yaitu suatu film kritik sosial yang menurut saya bobotnya sudah cocok dan pas untuk semua kalangan, terutama adalah orang/kalangan yang dikritik oleh sang sutradara yaitu Dedy Mizwar.
Film ini bercerita tentang seorang sarjana S1 bernama Muluk yang sedang berusaha mencari pekerjaan. Berbagai lowongan kerja sudah dilamarnya namun tak ada pekerjaan yang Muluk dapat bahkan sampai ada yang menawari Muluk untuk menjadi seorang TKW, namun Muluk tidak mau.
Sampai pada akhirnya Muluk bertemu dengan seorang pencopet cilik di sebuah pasar dan menangkap pencopet itu. Lalu dilepaskan si pencopet itu. Suatu saat, Muluk pergi ke sebuah warung dan Muluk dibayari oleh sang pencopet cilik tersebut dan dibawa ke rumah penampungan para pencopet. Disana Muluk bertemu dengan bos pencopet yang bernama Jarot.
Disinilah ide Muluk bersinar, dia berpikir untuk memberdayakan copet itu dan menyelamatkan para copet cilik untuk tidak selamanya menjadi pencopet. Muluk mempunyai ide untuk menyisihkan 10% dari hasil mencopet untuk ditabung dan setelah uangnya terkumpul, uang tersebut digunakan untuk membuka sebuah usaha yang jauh dari mencopet.
Setelah beberapa saat uangnya terkumpul dan Muluk bisa kredit sepeda motor. Muluk juga sudah mengambil uang senilai 2juta rupiah untuk anak-anak tersebut ngasong, sebuah pekerjaan yang jauh dari mencopet. Tetapi para anak-anak itu tidak mau.
Muluk tidak habis pikir, Muluk mengajak 2 temannya untuk mengajarkan anak tersebut membaca dan beribadah. Juga untuk mengajarkan anak-anak tersebut hidup seperti anak-anak normal, contohnya seperti mandi.
Dari cerita ini kita mendapat pelajaran bahwa ketimpangan sosial masih banyak terjadi di sekitar kita dan masih ada orang-orang yang peduli dengan mereka,meskipun dengan cara yang saya anggap tidak benar. Yaitu dengan memakai uang haram hasil mencopet.